Minggu, 30 Juni 2013

laporan respirasi



LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM
RESPIRASI

 






Oleh :
                                             1. Dian Kartika Sari       12320050(1E)
                                             2. Vegi  Amborowati     12320143 (1E)
                                             3. M.Khoirul Anam        12320146 (1E)
                                             4. Widharatna Setiyani  12320155 (1E)
                                             5. Bela Isnan Meiriza     12320173 (1E)
                                            


PROGRAM STUD
I BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG 2012

Laporan Praktikum Biologi Umum
RESPIRASI

TANGGAL               : Kamis, 18 Oktober 2012
TUJUAN                   : Mengamati faktor apa yang mempengaruhi kecepatan respirasi
  makhluk hidup
DASAR TEORI        :
Respirasi
Menurut definisi yang dikemukakan oleh weier et al 1974 respirasi adalah oksidasi kimia yang terkontrol dan terkatalisasi oleh enzim yang terdapat dalam protoplasma kemudian memecahkan kerbohidrat dan lemak serta membebaskan energi untuk digunakan oleh organisme.
Maka di dalam fotosintesis energi yang tersimpan di dalam makanan adalah energi yang berasal dari sinar matahari yang diubah menjadi energi kimia. Sebagai hasil proses photosintesis seperti gula ATP Phosphat akan dijumpai dalam respirasi namun di dalam prosesnya ATP NADH dijumpai pula respirasi namun proses kedua peristiwa ini sangat berbeda.
Yang dimaksud dengan respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi. Respirasi dilakukan oleh semua penyusun tubuh, baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam (syamsuri, 1980).
Respirasi terjadi pada seluruh bagian tubuh tumbuhan, pada tumbuhan tingkat tinggi respirasi terjadi baik pada akar, batang maupun daun dan secara kimia pada respirasi aerobik pada karbohidrat (glukosa) adalah kebalikan fotosintesis. Pada respirasi pembakaran glukosa oleh oksigen kan menghasilkan energi. Karena semua bagian tumbuhan tersusun atas jaringan dan jaringan tersusun atas sel, maka respirasi terjadi pada sel (jasin, 1989).
Sistem pernapasan adalah pertukaran gas O2 dan CO2 dalam tubuh organisme dan bertujuan mendapatkan energi. Alat respirasi pada berbagai hewan berbeda-beda. Pada hewan tingkat rendah O2 langsung berdifusi melalui permukaan tubuh, pada serangga adalah trakea, kalajengking dengan paru-paru buku, ikan dengan insang, katak dengan paru-paru, kulit dan rongga mulut, reptile dengan paru-paru, dll (panduan primagama).
Respirasi juga terjadi pada manusia yang disebut dengan pernapasan. Proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
Ditinjau dari kebutuhannya akan oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
Respirasi Aerobik (aerob)
Respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen oksigen bebas untuk mendapatkan energi. Persamaan reaksi proses respirasi aerob secara sederhana dapat dituliskan:
C6H12O6 + 6H2O –>> 6H2O + 6CO2 + 675 kal
Dalam kenyataan reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Banyak tahapan yang terjadi dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi 3 tahapan yaitu glikolosis, siklus krebs dan transport elektron (syamsuri, 1980).
Respirasi Anaerobik (Anaerob)
Respirasi anaerobik adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Respirasi anaerobik menggunakan senyawa tertentu misalnya asam fosfoenol piruvat atau asetal dehida, sehingga pengikat hidrogen dan membentuk asam laktat atau alcohol.
Respirasi anaerobik terjadi pada jaringan yang kekurangan oksigen, akan tumbuhan yang terendam air, biji – biji yang kulit tebal yang sulit ditembus oksigen, sel – sel ragi dan bakteri anaerobik. Bahan baku respirasi anaerobik pada peragian adalah glukosa. Selain glukosa, bahan baku seperti fruktosa, galaktosa dan malosa juga dapat diubah menjadi alkohol.
Hasil akhirnya adalah alkohol, karbon dioksida dan energi. Glukosa tidak terurai lengkap menjadi air dan karbondioksida, energi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan respirasi aerobik. Reaksinya :
C6H12O6 Ragi >> 2C2H5OH + 2CO2 + 21Kal
Dari persamaan reaksi tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan.
Penghambatan respirasi
Penurunan tekanan oksigen paling sering digunakan untuk menyelididi hubungan-hubungan diantara gama aliran itu disebut aliran masaa gerakan auxin dan metabolisme aerobik. Hasil dari berbagai percobaan secara kualitatif , ketika nitrogen diganti udara lebih sedikit auxsin yang dikembalikan unntuk penerima basal.
Penghilangan dan pelepasan ke tekanan atmosfir tidak mempengaruhi pengangkutan di dalam jaringan aerobik. Semua sel aktif menerus melakukan respirasi, respirasi lebih sekedar pertukaran gas secara sederhana, proses keseluruhan merupakan reaksi oksidasi reduksi yatu senyawa dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yg diserap direduksi membentuk H2O. Respirasi glukosa :
C2H12O6  +  6CO2 à 6CO2  + 6H2O + energi
Respirasi merupakan oksidasi dengan produk yang sama seperti pembakaran yang berlangsung di medium air dengan pH mendekati netral pada suhu sedang. Pemecahan bertahap dan berjenjang molekul besar merupakan cara untuk mengubah energi mendapatkan ATP.
Berbagai senyawa tersebut terbentuk pengubahan substrat awal respirasi menjadi CO2 dan H2O tidaklah lengkap. Biasanya hanya beberapa substrat awal respirasi  yang teroksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O (proses katabolik) sedangkan sisanya digunakan dalam sintesis (anabolik) terutama dalam sel yang sedang tumbuh.
Kuosien respirasi
Jika karbohidrat misalnya sukrosa fruktan atau pati merupakan substrat rspirasi dan jika mereka secara sempurna dioksidasi maka volume O2 yg diambil persis berimbang dengan CO2 yang dilepas. Nisbah CO2 terhadap O2 disebut kuosien respirasi atau RQ.
Respirasi pada serangga
Proses respirasi pada serangga adalah Energi bebas diperlukan serangga untuk kelangsungan fungsi hidup serangga dan hal itu didapatkan dari oksidasi nutrien. Suplai oksigen untuk keperluan ini didapatkan melalui respirasi.
Respirasi meliputi pengambilan, transport, dan penggunaan oksigen oleh sel-sel dan jaringan dan pemindahan karbondioksida dari tubuh. Trakhea terbagi menjadi trakheolus yang halus. Pada serangga, cara respirasi utamanya adalah melalui difusi gas-gas dari udara secara langsung melewati membran menuju sel-sel.
Sistem trakhea. Sistem utama transport gas-gas pada serangga adalah sistem trakhea. Sistem dari pembuluh bercabang dinamakan trakhea.. pada lalat rumah memiliki batang trakheanya mengalami perbesaran dinamakan kantung udara berfungsi meningkatkan ventilasi.
Cabang trakhea keluar dari batang trakhea pada masing segmen dan semakin banyak dan halus. Ujung halus trakhea terbagi menjadi trakheolus yang sangat halus. Pembuluh kapiler halus kemudian bercabang di sekitar sel dan jaringan dan menembus ke dalam serat otot.
Sistem spirakel terbuka keluar tubuh dikenal sistem terbuka. Sistem terbuka punya modifikasi beragam. Sistem tertutup pula terdapat pada serangga dimana spirakel menjadi non-fungsional.
 Selain itu dtemukan penyimpanan udara, dimana satu selaput atau gelembung air menempel pada tubuh. Plastron memungkinkan serangga tetap tinggal dalam air. Sama halnya dengan gelembung pernapasan, pernapasan menggunakanplastron mengandalkan difusi oksigen dari air ke dalam gelembung, plastron adalah suatu rangka yang terdiri dari rambut kaku penolak air atau jaring kutikula, selain itu memiliki pembuluh udara yang digunakan  snork menghisap udara
Proses respirasi terjadi dengan cara difusi oksigen dan karbondioksida melalui sistem trakhea dibantu ventilasi mekanis dari trakhea abdominal dan kantung udara. Difusi oksigen ke sistem trakhea terjadi karena turunnya tekanan oksigen pada ujung trakheolus. Dengan cara sama karbondioksida berdifusi keluar melaui sistem trakhea.


Mekanisme respirasi hewan jangkrik yaitu corong hawa (trakea) adalah alat pernafasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada dikerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, yang terletak berpasangan pada setiap sekmen tubuh. Spirakel mempunyai tutup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur.
Umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan menutup saat beristirahat. Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dan spirakel menuju pembuluh – pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus. Sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis titin, terisi cairan dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel – sel tubuh.
Trakeolus mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler. Pada sistem pengangkutan pada vertebrata. Mekanisme pernapasan pada serangga ini, misalnya belalang adalah : jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea menyerpi sehingga udara kaya CO2 keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea kembali pada volume semula.
Sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan diluar sebagai akibatnya udara diluar yang kaya oksigen masuk ke trakea, sistem trake berfungsi mengangkut oksigen dan mengedarkan keseluruh tubuh, sebaliknya mengangkut karbondioksida hasil respirasi dikeluarkan dalam tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan tidak mengangkut gas. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan.  
Respirasi harus berlangsung pada setiap sel yang hidup dan aktif untuk mempertahankan kehidupannya. Perbedaan antara respirasi dengan pernapasan perlu dipahami terutama karena pada pemakaian umum istilah respirasi sering disamakan dengan pernapasan. Oksigen dan karbondioksida dipertukarkan melalui permukaan membran yang halus. Kemudian darah  mengangkut oksigen ke sel-sel, dan oksigen digunakan respirasi. 
Pada hewan pernapasan merupakan pembantu  respirasi  dan hanya merupakan proses mekanis yang berasosiasi dengan  respirasi. Respirasi tetap merupakan proses penting,  yang menyangkut pembebasan energi yang sebenarnya.
           

PEMBAHASAN :


1.      Mengapa antara respirasi hewan dan tumbuhan berbeda?

Disebabkan karena cara bernapasnya yang berbeda  jangkrik menggunakan trakea, respirasi tumbuhan menggunakan respirasi aerob. Selain itu dari makanan dan pencernaannya sirkulasi darah.
Banyaknya karbondioksida yang dilepaskan dalam respirasi tumbuhan kadang-kadang ditaksir terlalu besar oleh orang awam, jadi apa perkiraan bahwa tidaklah sehat kalau tumbuhan disimpan dikamar tidur pada malam hari. Respirasi tumbuhan dalam kamar tidur  dimalam hari tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan.
Percobaan menunjukan bahwa udara yang mengandung karbondioksida sampai 0.6 persen atau 60 bagian per 10.000 bagian udara tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia. Kandungan karbondioksida yang dilakukan pada pagi hari dalam udara diruang kaca yang dinilai penuh dengan tumbuhan menunjukan bahwa konsentrasi karbondioksida ata-rata sekitar 5 bagian per 10.000 bagian udara, atau 0.05 persen hanya sedikit, diatas konsentrasi normal yaitu sebesar 0.03 persen.
Laju respirasi tumbuhan demikian rendahnya sehingga dalam keadaan bagaimanapun oksigen dalam udara tidak akan berkurang sebesar yang dapat mempengaruhi aktifitas respirasi manusia.






ALAT :
1.      Respirometer ( tabung spesimen dan pipa kapiler berskala)
2.      Timbangan
3.      Kapas
4.      Pensil
5.      Buku
6.      Hp ( sebagai pencatat waktu dan dokumentasi)
 BAHAN :
1.      Jangkrik 3 ekor (dengan berat badanyang berbeda)
2.       Tauge
3.       Larutan eosin
4.       Vaseline
5.       Kristal NaOH



















 









 









CARA KERJA :

1.      Masukan NaOH ke dalan respirator
2.      Masukkan kapas secukupnya
3.      Ditimbang untuk mendapat ukuran dari masing-masing jangkrik dan tauge
4.      Masukkan makhluk hidup yang akan diamati (jangkrik dan tauge)
5.      Beri vaselin pada perbatasan kedua tutup
6.      Rekatkan keduanya
7.      Tutup bagian ujung pada resporator
8.      Beri eosin menggunakan pipet
9.      Amati perubahan gerak eosin per menitnya

Cara penggunaan pipet di sini yaitu :
1.      Pencet pipetnya
2.      Masukkan pada ujung respirator yang tadi ditutup
3.      Tarik pipetnya sampai keluar baru dilepaskan









HASIL PENGAMATAN :


Table Pengamatan Pada Jangkrik

Jenis
Ukuran dan berat
Menit
1’
2’
3’
4’
5’
6’
7’
8’
9’
10’
Jangkrik
Besar
1,1 gr
-
0,04
0,10
0,15
0,20
0,25
0,24
0,25
0,27
0,32
Kecil
0,6 gr
0,02
0,04
0,07
0,11
0,15
0,16
0,18
0,21
0,22
0,23


Tabel Pengamatan Pada Jangkrik Tentang Rata-Rata /menit dan /ukuran

Kecepatan respirasi
Ukuran dan berat
/ menit
/ukuran
Kecambah tauge
Besar
1,1 gr
1,53
1,80
Kecil
0,6 gr
0,14
2,32
                                                                                                       


Tabel Pengamatan Pada Kecambah Tauge

Jenis
Ukuran dan berat
Menit
1’
2’
3’
4’
5’
6’
7’
8’
9’
10’
Jangkrik
Kecil
1 gr
0,07
0,08
0,10
0,18
0,27
0,35
0,40
0,48
0,49
0,62
Besar
2 gr
0,05
0,06
0,09
0,22
0,27
0,42
0,45
0,47
0,56
0,60


Tabel Pengamatan Pada Kecambah Tauge
Tentang Rata-Rata /menit dan /ukuran

Kecepatan Respirasi
Ukuran dan berat
/ menit
/ berat
Jangkrik
Kecil
1 gr
0,30
3,02
Besar
2 gr
0,32
1,60



PEMBAHASAN :







KECEPATAN RESPIRASI PADA TAUGE




Keceatan tauge yang berukuran kecil punya kecepatan lebih besar dari tauge yang berukuran kecil. Sedangkan untuk rata-rata kecepatan dihitung dari pengukuran maka lebih besar nilainya yang tauge berukuran 1 gr dari pada 2 gr. Itu di sebabkan ukuran suatu tumbuhan tidak mempengaruhi respirasi.


GRAFIK PADA RESPIRASI JANGKRIK



Grafik di atas menunjukkan kenaikan dan penurunan, seperti dari menit pertama  ke menit kedua, dimulai dari menit pertama ke menit yang kedua yaitu 0,04 ; 0,06 ; 0,04 ; 0,05 ; 0, 05, -0,01 ; 0,01 ; 0,02 ; 0,05. Awal menit pertama mengalami kenaikan tapi pada menit  ke tujuh mengalami penurunan sebesar 0,01 pada jangkrik yang berukuran besar 1,1 gr selanjutnya mengalami kenaikan sedangkan untuk jangkrik yang berukuran 0,6 gr mengalami kenaikan pada menit 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10  yaitu 0,02 ; 0,12 ; 0,04 ; 0,01 ; 0,02 ; 0,02 ; 0, 01 dan mengalami penurunan pada menit ke empat. Mungkin itu adalah siklus proses respirasi pada jangkrik yang termasuk jenis insekta, yang tidak tetap, selalu berubah-ubah.






KECEPATAN RESPIRASI PADA JANGKRIK


 


Grafik di atas menunjukkan kalau ukuran /menit lebih besar nilainya pada jangkrik yang berukuran kecil 0,6 gr sedangkan jika dirata-rata untuk pengukuran /ukuran maka jangkrik yang besar 1,1 gr nilainya yang tinggi.
Alat Respirasi pada Serangga
Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel men punyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.
Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.
Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata.
Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut :
Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya COZ keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea.
Sistem trakea berfungsi mengangkut OZ dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan.
Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara.
Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan.
Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea.



Table Pengamatan Pada Kecambah Jangkrik


Ukuran dan berat
Menit
1’
2’
3’
4’
5’
6’
7’
8’
9’
10’
Kecambah Tauge
Besar
2 gr
-
0,04
0,10
0,15
0,20
0,25
0,24
0,25
0,27
0,32
Kecil
1 gr
0,02
0,04
0,07
0,11
0,15
0,16
0,18
0,21
0,22
0,23

Dilakukan pengamatan pada gerakan eosin dari eosin itu dimasukkan sampai selang waktu pada menit ke 10.
Tabel Pengamatan Pada Jangkrik Tentang Rata-Rata /menit dan /ukuran

Kecepatan respirasi
Ukuran dan berat
/ menit
/ukuran
Kecambah tauge
Besar
1,1 gr
0,18
0,91
Kecil
0,6 gr
0,14
0,7

Data di atas didapat dari :
Dik :    T1 =   -
T2 = 0,04
            T3 = 0,10
            T4 = 0,15
            T5 = 0,20
            T6 = 0,25
            T7 = 0,24
T8 = 0,25
            T9 = 0,27
          T10 = 0,32


Dit : A:Untuk Jangkrik yang berukuran besar 1,1 gr
1.      v / menit?
2.       v /ukuran?
Jawab :
A. jangkrik berukuran besar 1,1 gr
1.      v =
                   =

                   = 0,182

                   = 0,18


2.       v =

=

= 0,91



Dik :    T1 = 0,02
T2 = 0,04
            T3 = 0,07
            T4 = 0,11
            T5 = 0,15
            T6 = 0,16
            T7 = 0,18
T8 = 0,21
            T9= 0,22
            T10=0,23
Dit : B:Untuk Jangkrikyang berukuran kecil 0,6 gr
1.      v / menit?
2.       v /ukuran?
Jawab :

B. Jangkrik yang berukuran kecil 0,6 gr

1.      v =

   =

                   = 0,139

                   = 0,14

2.      V =

   =

   = 0,695

   = 0,7





Tabel Pengamatan Pada Tauge

Jenis
Ukuran dan berat
Menit
1’
2’
3’
4’
5’
6’
7’
8’
9’
10’
Jangkrik
Kecil
1 gr
0,07
0,08
0,10
0,18
0,27
0,35
0,40
0,48
0,49
0,62
Besar
2 gr
0,05
0,06
0,09
0,22
0,27
0,42
0,45
0,47
0,56
0,60



Tabel Pengamatan Pada Kecambah Tentang Rata-Rata /menit
Kecepatan Respirasi
Ukuran dan berat
/ menit
/ berat
Jangkrik
Kecil
1 gr
0,30
1,52
Besar
2 gr
0,32
1,60

Data yang didapat dari sini :
Dik :    T1 = 0,07
T2 = 0,08
T3 =0,10
T4 =0,18
T5 =0,27
T6 =0,35
T7 =0,40
T8 =0,48
T9 =0,49
T10 =0,62

            Dit : A. Untuk Tauge yang berukuran besar 1 gr
B. Untuk Tauge yang berukuran besar 2 gr
1.    v / menit?
2.     v /ukuran?
Jawab :
A.    Untuk Tauge yang berukuran kecil 1 gr

1.      V =

          =

          = 0,304

          = 0, 30


2.      V =

    =

    = 1,52


B.     Tauge yang berukuran besar 2 gr

1.      V =

   =

          = 0,319

          = 0,32


2.      V =

          =
         
          = 1,595

                      = 1,60





















 





























 











                                                                                          


























 








































foto0291.jpg


foto0287.jpg

 







 


fungsi mengolesi vaselin pada leher respirometer  yaitu akar sebagai perekat, supaya udara tak masuk ke dalam






 



Amati pergerakan, perpindahan eosin setiap detiknya.










Di bawah tabung kecil respirometer diberi kapas agar di sana tidak ada gaya grafitasi Karena dalam respirasi membutuhkan alas yang lurus
                                   
ujung itu harus di tutup 2 menit sebelum ditambah dengan eosin, gunanya ditutup agar udara baru tidak masuk ke dalam






 



Di bawah respirometer diberi kapas agar tidak ada gaya grafitasi di sana, tujuannya agar respirometer itu diletakkan dalam permukaan yang datar





 



Masukkan eosin pada lubang kecil itu dengan menggunakan pipet



Mengapa terjadi perbedaan antara respirasi hewan dan tumbuhan?
Disebabkan karena cara respirasinya yang berbeda jangkrik menggunakan trakea, sedang respirasi tumbuhan menggunakan respirasi aerob. Selain itu dari makanan dan pencernaannya sirkulasi darah juga berbeda jauh.

Banyaknya karbondioksida yang dilepaskan dalam respirasi tumbuhan kadang-kadang ditaksir terlalu besar oleh orang awam, jadi apa perkiraan bahwa tidaklah sehat kalau tumbuhan disimpan dikamar tidur pada malam hari.
Respirasi tumbuhan dalam kamar tidur  dimalam hari tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan. Percobaan menunjukan bahwa udara yang mengandung karbondioksida sampai 0.6 persen atau 60 bagian per 10.000 bagian udara tidak menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia.
Kandungan karbondioksida yang dilakukan pada pagi hari dalam udara diruang kaca yang dinilai penuh dengan tumbuhan menunjukan bahwa konsentrasi karbondioksida rata-rata sekitar 5 bagian per 10.000 bagian udara, atau 0.05 persen hanya sedikit, diatas konsentrasi normal yaitu sebesar 0.03 persen.
Laju respirasi tumbuhan demikian rendahnya sehingga dalam keadaan bagaimanapun oksigen dalam udara tidak akan berkurang sebesar yang dapat mempengaruhi aktifitas respirasi manusia.
Respirasi aerobik. Jika gas oksigen bebas tersedia, hidrogen yang dilepaskandalam glikolisis dan yang sementara terikat sebagai XH2 persamaan dan proses lainnya dapat bergabung dengan oksigen untuk membentuk air. Respirasi anaerobik. Pada respirasi anaerobik yang sejati hidrogen dilepaskan karena oenggabungannya dengan oksigen yang berasal dari suatu anorganik.


           
  
KESIMPULAN :


Dari menit pertama sampai menit terakhir mengalami kenaikan yang tidak pasti, seperti dari menit pertama beranjak kedua selisihnya 0,01 ; 0,02 ; 0,08 ; 0,09 ; 0,08 ; 0,05 ; 0,08 ; 0,01 ; 0,13.
Grafik di atas juga menunjukkan kalau proses respirasi suatu kecambah tauge mengalami proses respirasi yang cepat sekali dan kenaikan dari menit pertama ke menit kedua sampai menit berikutnya selalu tidak sama. Menunjukkan kalau proses respirasi tidak tentu.
keceatan tauge yang berukuran kecil punya kecepatan lebih besar dari tauge yang berukuran kecil. Sedangkan untuk rata-rata kecepatan dihitung dari pengukuran maka lebih besar nilainya yang tauge berukuran 1 gr dari pada 2 gr.
menit pertama  ke menit kedua, dimulai dari menit pertama ke menit yang kedua yaitu 0,04 ; 0,06 ; 0,04 ; 0,05 ; 0, 05, -0,01 ; 0,01 ; 0,02 ; 0,05. Awal menit pertama mengalami kenaikan tapi pada menit  ke tujuh mengalami penurunan sebesar 0,01 pada jangkrik yang berukuran besar 1,1 gr selanjutnya mengalami kenaikan sedangkan untuk jangkrik yang berukuran 0,6 gr mengalami kenaikan pada menit 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10  yaitu 0,02 ; 0,12 ; 0,04 ; 0,01 ; 0,02 ; 0,02 ; 0, 01 dan mengalami penurunan pada menit ke empat.
ukuran /menit lebih besar nilainya pada jangkrik yang berukuran kecil 0,6 gr sedangkan jika dirata-rata untuk pengukuran /ukuran maka jangkrik yang besar 1,1 gr nilainya yang tinggi.
Jadi nilai kecepatan untuk jangkrik yang berukuran 1,1 gr, /menit 1,53 dan /ukuran 1,80 Sedang untuk jangkrik yang berukuran 0,6 gr, /menit 0,14 dan /ukuran 2,32.
Pada respirasi kecambah tauge yang berukuran 2 gr punya kecepatan /menit 0,30 dan /ukuran 3,02. Dan yang kecil 1 gr punya kecepatan /menit dan /ukuran 0,32 ; 1,60.


       




DAFTAR PUSTAKA


Abidin,  Zainal. 1984. Dasar Pengetahuan Ilmu Tanaman. Bandung: Angkasa
B, frank. 1995. Fisiologi tumbuhan jilid 2. Bandung : ITB Bandung
Campble, Neil A. 2010. Biologi edisi kedelapan Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Hadi, H. Mochamad, dkk. 2009. Biologi Insekta Entomologi. Yogyakarta : Graha Ilmu
Tjitrosomo, Siti Sutami . 1985. Botani Umum 2. Bandung : Angkasa

Wilkins, malcom B. 1989. Fisiologi tanaman. Jakarta : Bumi Aksara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar